Manusia yang utuh akan berada
pada tingkatan An-Nafs al-Kamilah. Manusia dalam pribadinya memiliki tingkatan.
Tingkatan kepribadian dalam perspektif islam diantaranya:
1.
Kepribadian tingkat
1 : An-Nafs
al-Ammarah
Lebih pada hasrat dan kenikmatan
dunia.Ditingkat ini iri, serakah, sombong, nafsu seksual, pamer, fitnah, dusta,
marah dan sejenisnya menjadi yg paling dominan. Tertuju pada selera jasmani dan
pemanjaan ego.
2.
Kepribadian tingkat
2 : An-Nafs
al-Lawwamah
Sudah mulai melawan nafsu jahat
yg ada, meski tak menentu tentang tujuan hidupnya. Hasrat rendah mulai ia lawan
oleh jiwanya tapi masih menjadi subyek yg dikendalikan hasrat yg bersifat
fisik, sering tertipu oleh kefana’an dunia.
3.
Kepribadian tingkat
3 : An- Nafs
al-Mulhima
Menyadari cahaya sejati adalah
petunjuk Allah SWT. Taqwa dan mencari ridho Allah adalah garis besarnya.
Menginntrospeksi diri, berdzikir dan mengikuti Sunah Nabi.
4.
Kepribadian tingkat
4 : An-Nafs al-Qana’ah
Hati yg telah mantab, menerima
apa adanya. Ketinggalan ‘status’ baginya bukan berarti
keterbelakangan dan kebodohan. Ketidakpuasan menunjukan bahwa ia serakah, pada
tingkat ini manusia meyakini bahwa Allah mengetahui apa yg terbaik dalam
situasi apapun.
5.
Kepribadian tingkat
5 : An-Nafs
al-Mut’mainnah
Menemukan kebahagiaan dalam
mencintai Allah. Jiwanya tenang, terbebas dari ketegangan, karena
pengetahuannya telah mantap bahwa segala sesuatu akan kembali kepada Allah SWT.
Benar-benar telah memperoleh kualitas yg sangat baik dalam ketenangan dan
keheningan.
6.
Kepribadian tingkat
6 : An-Nafs
al-Radiyah
Ini adalah ciri tambahan bagi
jiwa yg puas dan tenang. Ia merasa bahagia karena Allah SWT ridho padanya.
Menyadari bahwa Islam adalah fitrah insan dan ia pun haqqul yaqin pada firman
Allah SWT, “…. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal
ia sangat baik bagimu….” Ia patuh pada Allah SWT semata-mata
hanya sebagai perwujudan rasa syukurnya.
7.
Kepribadian tingkat
7 : An-Nafs al-Kamilah
Ini adalah tingkat manusia yg
sempurna (al-Insan al-Kamil). Kesempurnaannya adalah kesempurnaan moral
yg telah bersih dari semua hasrat kejasmanian sebagai hasil dari kesadaran
murni akan pengetahuan yg sempurna tentang Allah SWT. “Selubung
diri” nya telah terbuka hanya mengikuti Kesadaran Illahi. Nabi
Muhammad SAW adalah contoh manusia yg telah sampai pada tingkat ini.
Kepribadiannya mengungkapkan segala hal yg mulia dalam kodrat manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar