Rabu, 27 Agustus 2014

Al-Qur’an di hatiku

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Sejak salma kecil, ummii dan bapak menanamkan rasa cinta kepada Allah dengan cara belajar membaca Al-Qur’an. Ketika salma mulai masuk madrasah tsanawiyah, bapak menyuruh salma untuk menghafal Al-Qur’an, dengan cara satu hari satu ayat. Pada saat itu, salma semangat menghafal dan seperti yang bapak suruh, satu hari salma menghafal satu ayat, hingga beberapa bulan, salma hafal 1 juz.
            Seiring berjalannya waktu, salma sibuk mengerjakan tugas sekolah dan menghafal pelajaran, hingga akhirnya salma selalu mendapatkan peringkat ke 1. Tapi di sisi lain, semangat salma untuk menghafal Al-Qur’an menurun, sehingga beberapa ayat yang telah hafal menjadi lupa.
            Ketika salma sudah duduk di madrasah aliyah, bapak salma memberiku handphone dengan syarat harus hafal juz 1. Pada saat itu hafalan juz 1 salma belum sempurna, ada beberapa ayat lagi yang belum hafal. Bapak langsung memberiku handphone dan aku menghafal sisa juz 1 yang belum hafal.
            Setelah dua tahun berlalu, kelulusanan akan segera tiba. Di sekolahku jika ingin mengambil ijazah harus memenuhi syarat, syaratnya yaitu menyetorkan hafalan juz ‘amma. Pada saat itu, hafalan juz ‘amma ku masih bolong-bolong, ada yang sudah hafal ada pula yang tidak, dan ada yang sudah hafal tapi lupa lagi. Selama tiga hari, aku berusaha menghafal juz ‘amma dan menyetorkannya kepada guru-guru ku di sekolah, yaitu usth.Popon, usth.Nilna, dan usth.Halimah. Surat yang terakhir disetorkan yaitu surat An-Nazi’at, karena pada saat itu salma merasa surat An-Nazi’at sulit dihafal. Beberapa minggu setelah salma selesai menyetorkan hafalan, salma mendapatkan ijazah dan mengikuti wisuda di sekolahku.
            Ketika salma sudah kuliah, salma bergabung dengan rumah tahfidz Kaya Nahu di Arjasari Bandung. Jika liburan kuliah, salma akan mengajar di rumah tahfidz. Di sini, salma melihat banyak sekali Al-Qur’an. Al-Qur’an yang ada di sini didapatkan dari donator dan lembaga yang menyumbangkan Al-Qur’an. Salah satu yang menyumbangkan Al-Qur’an yaitu PPPA Darul Qur’an Bandung, karena rumah tahfidz Kaya Nahu telah bergabung dengan PPPA DaQu Bandung.
Al-Qur’an yang diberikan merupakan terbitan dari PPPA, spesifikasinya yaitu covernya berwarna merah, ukurannya besar dan tanpa terjemah. PPPA pun menyumbangkan
Al-Qur’an terbitan lain yaitu penerbit Sahalman- nour, spesifikasinya yaitu warna covernya biru, ukurannya sedang dan kecil, dan yang kecil ada terjemahnya.
Menurut salma, kedua Al-Qur’an ini bagus untuk masyarakat Indonesia. Karena desainnya yang menarik dan tulisannya  yang jelas untuk dibaca.
         Adapun Al-Qur’an yang dibutuhkan anak-anak usia TK dan SD yaitu Al-Qur’an yang penuh warna dan ada ilustrasi untuk terjemahnya. Seperti Al-Qur’an for kids, juz ‘amma yang bergambar, dan sebagainya. Anak-anak yang telah dikenalkan pada Al-Qur’an sejak dini, mereka akan senang membaca Al-Qur’an. Dan jika Al-Qur’annya didesain dengan warna yang disenangi anak-anak dan tidak berat untuk dibawa, anak-anak akan tambah senang.
            Al-Qur’an yang diterbitkan oleh beberapa penerbit di Indonesia menurut salma sudah bagus, banyak beraneka macam Al-Qur’an di Indonesia, diantaranya:
            Al-Qur’an yang salma punya, covernya terbuat dari kulit sehingga covernya tidak mudah sobek, Al-Qur’an ini salma dapatkan dari PPPA, ketika salma menaiki bis rombongan PPPA Bandung menuju Masjid Agung Jawa Tengah, mc di dalam bis bertanya “siapa yang hafal juz 1”, salma langsung angkat tangan dan membacakan hafalan juz 1, belum selesai salma membaca juz 1, bis sudah sampai di tempat tujuan, dan akhirnya salma mendapatkan Al-Qur’an. 
            Ada juga Al-Qur’an untuk menghafal, salma melihatnya ketika salma jalan-jalan di Griya Cinunuk, di sana ada Al-Quran yang bebentuk dompet, dan di dalamnya ada juz 1- juz 30 yang terpisah-pisah, sehingga jika salma ingin menghafal juz 2, salma tinggal mengambil yang juz 2 nya saja, dan 29 juz lainnya bisa disimpan. Tapi, karena uang salma tidak cukup, salma tidak membelinya, salma hanya melihat saja.
            Di tempat yang sama, salma juga melihat Al-Qur’an yang dilengkapi dengan pulpen elektronik, yang jika pulpennya ditunjukkan kepada satu ayat Al-Qur’an, pulpen itu akan mengeluarkan bacaan yang kita tunjuk, dan ada juga Al-Qur’an yang bentuk covernya seperti tas, sehingga mudah dibawa kemana-mana.
            Dan baru-baru ini, salma melihat di televisi ada iklan Al-Qur’an yang covernya bisa dicuci, tapi salma lupa nama penerbitnya. Di televisi juga, salma melihat iklan Al-Qur’an untuk muslim dan muslimah yang ingin belajar tajwid, setiap ayat akan memiliki warna yang berbeda, tergantung dari hukum tajwidnya apa, misalnya jika idhar warnanya hijau, idgham warnanya merah, dan sebagainya.
            Di rumah salma, ada Al-Qur’an terjemah perkata, karena bapak salma senang dengan terjemah Al-Qur’an. Terjemah dari Al-Qur’an ini di terjemahkan secara perkata yang dalam bahasa Arab disebut dengan kalimat, dan dilengkapi dengan terjemah per ayat. Al-Qur’an ini diterbitkan oleh penerbit Jabal. Sedangkan ummii salma mempunyai Al-Qur’an terjemah yang menggunakan bahasa Sunda. Dan Salma mempunyai Al-Qur’an Mushaf Utsmani, salma mendapatkan Al-Qur’an ini dari madrasah aliyah, ketika salma tamat membaca 30 juz selama bulan ramadhan. Al-Qur’an Mushaf Utsmani ini kertasnya berbeda dengan Al-Qur’an yang salma punya, tulisannya pun berbeda dengan yang biasa salma lihat, dan di dalamnya lafadz Allah ditulis dengan warna merah.
            Al-Qur’an Braille pun hadir untuk memudahkan tunanetra membaca Al-Qur’an. Selain Al-Qur’an yang diterbitkan, ada juga Al-Qur’an digital yang bisa langsung di pasang di android atau handphone tertentu melalui aplikasi playstore. Sehingga jika lupa membawa Al-Qur’an, muslim dan muslimah bisa membaca Al-Qur’an di android atau handphone.
            Menurut salma, beberapa AL-Qur’an yang sudah disebutkan di atas sangat bagus untuk muslim dan muslimah di Indonesia.
            Dan semoga suatu saat ada Al-Qur’an yang bisa langsung mengeluarkan suara, maksudnya jika salma menunjuk ayat Al-Qur’an dengan jari tangan, ayat Al-Qur’an tersebut akan terdengar lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh para Imam seperti Syekh Ali Jaber, Syekh Ghamidi, dan sebagainya. Sehingga jika ada muslim dan muslimah yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, mereka bisa mendengar cara membacanya dari para Imam. Dan sepengetahuan salma Al-Qur’an seperti ini sudah ada dalam bentuk Al-Qur’an digital, salah satunya yaitu aplikasi Al-Kalam, tetapi salma ingin suatu saat ada Al-Qur’an seperti ini dalam bentuk buku yang dicetak menggunakan kertas. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin.
Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin.

Wallohu ‘Alam Bisshowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar