Bismillaahirrahmaanirrahiim
Sejak
salma kecil, ummii dan bapak menanamkan rasa cinta kepada Allah dengan cara
belajar membaca Al-Qur’an. Ketika salma mulai masuk madrasah tsanawiyah, bapak
menyuruh salma untuk menghafal Al-Qur’an, dengan cara satu hari satu ayat. Pada
saat itu, salma semangat menghafal dan seperti yang bapak suruh, satu hari
salma menghafal satu ayat, hingga beberapa bulan, salma hafal 1 juz.
Seiring berjalannya waktu, salma
sibuk mengerjakan tugas sekolah dan menghafal pelajaran, hingga akhirnya salma
selalu mendapatkan peringkat ke 1. Tapi di sisi lain, semangat salma untuk
menghafal Al-Qur’an menurun, sehingga beberapa ayat yang telah hafal menjadi lupa.
Ketika salma sudah duduk di madrasah
aliyah, bapak salma memberiku handphone dengan syarat harus hafal juz 1. Pada
saat itu hafalan juz 1 salma belum sempurna, ada beberapa ayat lagi yang belum
hafal. Bapak langsung memberiku handphone dan aku menghafal sisa juz 1 yang
belum hafal.
Setelah dua tahun berlalu,
kelulusanan akan segera tiba. Di sekolahku jika ingin mengambil ijazah harus
memenuhi syarat, syaratnya yaitu menyetorkan hafalan juz ‘amma. Pada saat itu,
hafalan juz ‘amma ku masih bolong-bolong, ada yang sudah hafal ada pula yang
tidak, dan ada yang sudah hafal tapi lupa lagi. Selama tiga hari, aku berusaha
menghafal juz ‘amma dan menyetorkannya kepada guru-guru ku di sekolah, yaitu
usth.Popon, usth.Nilna, dan usth.Halimah. Surat yang terakhir disetorkan yaitu
surat An-Nazi’at, karena pada saat itu salma merasa surat An-Nazi’at sulit
dihafal. Beberapa minggu setelah salma selesai menyetorkan hafalan, salma
mendapatkan ijazah dan mengikuti wisuda di sekolahku.
Ketika salma sudah kuliah, salma
bergabung dengan rumah tahfidz Kaya Nahu di Arjasari Bandung. Jika liburan
kuliah, salma akan mengajar di rumah tahfidz. Di sini, salma melihat banyak
sekali Al-Qur’an. Al-Qur’an yang ada di sini didapatkan dari donator dan
lembaga yang menyumbangkan Al-Qur’an. Salah satu yang menyumbangkan Al-Qur’an
yaitu PPPA Darul Qur’an Bandung, karena rumah tahfidz Kaya Nahu telah bergabung
dengan PPPA DaQu Bandung.
Al-Qur’an
yang diberikan merupakan terbitan dari PPPA, spesifikasinya yaitu covernya
berwarna merah, ukurannya besar dan tanpa terjemah. PPPA pun menyumbangkan

Al-Qur’an terbitan lain yaitu penerbit Sahalman- nour,
spesifikasinya yaitu warna covernya biru, ukurannya sedang dan kecil, dan yang
kecil ada terjemahnya.Menurut salma, kedua Al-Qur’an ini bagus untuk masyarakat Indonesia. Karena desainnya yang menarik dan tulisannya yang jelas untuk dibaca.
Adapun Al-Qur’an yang dibutuhkan
anak-anak usia TK dan SD yaitu Al-Qur’an yang penuh warna dan ada ilustrasi
untuk terjemahnya. Seperti Al-Qur’an for kids, juz ‘amma yang bergambar, dan
sebagainya. Anak-anak yang telah dikenalkan pada Al-Qur’an sejak dini, mereka
akan senang membaca Al-Qur’an. Dan jika Al-Qur’annya didesain dengan warna yang
disenangi anak-anak dan tidak berat untuk dibawa, anak-anak akan tambah senang.
Al-Qur’an yang diterbitkan oleh
beberapa penerbit di Indonesia menurut salma sudah bagus, banyak beraneka macam
Al-Qur’an di Indonesia, diantaranya:
Al-Qur’an yang salma punya, covernya
terbuat dari kulit sehingga covernya tidak mudah sobek, Al-Qur’an ini salma
dapatkan dari PPPA, ketika salma menaiki bis rombongan PPPA Bandung menuju
Masjid Agung Jawa Tengah, mc di dalam bis bertanya “siapa yang hafal juz 1”,
salma langsung angkat tangan dan membacakan hafalan juz 1, belum selesai salma membaca
juz 1, bis sudah sampai di tempat tujuan, dan akhirnya salma mendapatkan
Al-Qur’an.
Ada juga Al-Qur’an untuk menghafal, salma
melihatnya ketika salma jalan-jalan di Griya Cinunuk, di sana ada Al-Quran yang
bebentuk dompet, dan di dalamnya ada juz 1- juz 30 yang terpisah-pisah,
sehingga jika salma ingin menghafal juz 2, salma tinggal mengambil yang juz 2
nya saja, dan 29 juz lainnya bisa disimpan. Tapi, karena uang salma tidak
cukup, salma tidak membelinya, salma hanya melihat saja.
Di tempat yang sama, salma juga
melihat Al-Qur’an yang dilengkapi dengan pulpen elektronik, yang jika pulpennya
ditunjukkan kepada satu ayat Al-Qur’an, pulpen itu akan mengeluarkan bacaan
yang kita tunjuk, dan ada juga Al-Qur’an yang bentuk covernya seperti tas,
sehingga mudah dibawa kemana-mana.
Dan baru-baru ini, salma melihat di
televisi ada iklan Al-Qur’an yang covernya bisa dicuci, tapi salma lupa nama
penerbitnya. Di televisi juga, salma melihat iklan Al-Qur’an untuk muslim dan
muslimah yang ingin belajar tajwid, setiap ayat akan memiliki warna yang
berbeda, tergantung dari hukum tajwidnya apa, misalnya jika idhar warnanya
hijau, idgham warnanya merah, dan sebagainya.
Di rumah salma, ada Al-Qur’an
terjemah perkata, karena bapak salma senang dengan terjemah Al-Qur’an. Terjemah
dari Al-Qur’an ini di terjemahkan secara perkata yang dalam bahasa Arab disebut
dengan kalimat, dan dilengkapi dengan terjemah per ayat. Al-Qur’an ini
diterbitkan oleh penerbit Jabal. Sedangkan ummii salma mempunyai Al-Qur’an terjemah
yang menggunakan bahasa Sunda. Dan Salma mempunyai Al-Qur’an Mushaf Utsmani,
salma mendapatkan Al-Qur’an ini dari madrasah aliyah, ketika salma tamat
membaca 30 juz selama bulan ramadhan. Al-Qur’an Mushaf Utsmani ini kertasnya
berbeda dengan Al-Qur’an yang salma punya, tulisannya pun berbeda dengan yang
biasa salma lihat, dan di dalamnya lafadz Allah ditulis dengan warna merah.
Al-Qur’an Braille pun hadir untuk
memudahkan tunanetra membaca Al-Qur’an. Selain Al-Qur’an yang diterbitkan, ada
juga Al-Qur’an digital yang bisa langsung di pasang di android atau handphone
tertentu melalui aplikasi playstore. Sehingga jika lupa membawa Al-Qur’an, muslim
dan muslimah bisa membaca Al-Qur’an di android atau handphone.
Menurut salma, beberapa AL-Qur’an
yang sudah disebutkan di atas sangat bagus untuk muslim dan muslimah di
Indonesia.
Dan semoga suatu saat ada Al-Qur’an yang
bisa langsung mengeluarkan suara, maksudnya jika salma menunjuk ayat Al-Qur’an
dengan jari tangan, ayat Al-Qur’an tersebut akan terdengar lantunan ayat suci
Al-Qur’an yang dilantunkan oleh para Imam seperti Syekh Ali Jaber, Syekh
Ghamidi, dan sebagainya. Sehingga jika ada muslim dan muslimah yang belum bisa
membaca Al-Qur’an dengan baik, mereka bisa mendengar cara membacanya dari para
Imam. Dan sepengetahuan salma Al-Qur’an seperti ini sudah ada dalam bentuk
Al-Qur’an digital, salah satunya yaitu aplikasi Al-Kalam, tetapi salma ingin
suatu saat ada Al-Qur’an seperti ini dalam bentuk buku yang dicetak menggunakan
kertas. Aamiin yaa robbal ‘aalamiin.
Alhamdulillahi
rabbil ‘aalamiin.
Wallohu
‘Alam Bisshowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar