Minggu, 31 Agustus 2014

Al Quran for Kids dari Syaamil Quran


Bismillaahirrahmaanirrahiim
            Sebenarnya, baru-baru ini salma mengenal Syaamil Quran, tepatnya ketika salma mengikuti lomba. Pada kesempatan ini, salma akan mencoba mereview Al-Qur’an yang di terbitkan oleh Syaamil Qur’an. Al-Qur’an yang akan salma review yaitu Paket Al Quran for Kids New Version My First Al Quran. Mengapa salma memilih paket ini untuk direview? karena salma sangat menyukai anak-anak, dan salma ingin berbagi informasi kepada para ibu, bahwa ada paket Al-Qur’an yang bagus untuk dimiliki dan dihadiahkan untuk anak-anak tercinta.
Seperti informasi yang saya dapatkan dari http://syaamilquran.com/paket-al-quran-for-kids-new-version-my-first-al-quran.html. Produk kreatif ini merupakan inovasi terbaru untuk segmentasi Anak-anak. Setelah lama tidak tidak mengeluarkan varian baru, kali ini Syaamil Al-Qur’an for Kid’s menghadirkan kembali kemudahan untuk buah hati Anda dengan menghadirkan MY FIRST AL-QUR’AN.
Secara menyeluruh terdapat beberapa kemudahan yang akan didapat, yaitu:
  1. Khat tajwid lebih besar
  2. Terjemah Kementerian Agama RI
  3. Adab Membaca Al-Qur’an dengan ilustrasi cerita yang menarik
  4. Materi Sirah Nabawiyah. Dikemas dengan penyampaian yang ringan dan sederhana dalam judul materi JEJAK RASUL
  5. Peta sederhana. Penjelasan melalui gambar terhadap Jejak Rasul
  6. Materi Sekarang Aku Tahu, merupakan materi tematik ayat. Menggunakan bahasa yang ringkas.
  7. Doa-doa Harian.
  8. Tempat-tempat bersejarah umat Islam di dunia
  9. Tokoh-tokoh Islam di dunia
  10. Kamus 3 bahasa (Arab- Indonesia-Inggris)
  11. User Guide, memudahkan dalam memahami tata letak materi
  12. Ilustrasi menarik dan modern yang tidak membosankan
http://www.sygmapublishing.com/gambar/katalog/katalog103_a.png
Harga Rp. 329.000;
My Fisrt Al-Qur’an dirancang unik dan menarik untuk buah hati kita sebagai Al-Qur’an pertama yang dimilikinya. My First Al-Qur’an sebagai jembatan interaksi buah hati kita dengan Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupannya.
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin

Masalah ketika membeli buku


Bismillaahirrahmaanirrahiim
Suatu hari, aku membaca penggalan cerita dalam buku Chicken Soup For The Soul, dalam buku tersebut diceritakan tentang seorang anak yang bertanya kepada temannya. Mari kita simak ceritanya:
“Teman, tahukah kau, tempat yang tidak ada masalah?”
Temannya menjawab: “Mari ikut aku, akan ku tunjukkan tempat yang tidak ada masalah”
Lalu, kedua anak laki-laki itu berjalan, dan sampailah di sebuah tempat yang penuh dengan batu nisan.
Anak laki-laki bertanya: “Mengapa kau bawa aku ke pemakaman?”
Temannya menjawab: “ya, di sinilah tempat yang tidak ada masalah”
            Dari penggalan cerita di atas, memiliki makna bahwa selama kita masih hidup, masalah akan selalu menemani, dan jika kita sudah mati, maka masalah akan berhenti.
Banyaknya masalah di dunia ini, semoga menjadikan keimanan kita semakin kuat. Begitu juga dengan masalah dalam dunia penerbitan, semoga menjadi batu loncatan untuk terus berkembang.
Hal yang pertama dipertimbangkan ketika membeli sebuah buku adalah harganya, baru kemudian isinya. Adapun masalah krusial yang salma lihat yaitu, banyaknya buku berkualitas tetapi harganya tidak terjangkau. Ya, memang tingginya harga selalu sesuai dengan kualitasnya. Seperti buku yang harganya mahal, tentu isi bukunya juga mahal, maksud isi bukunya mahal yaitu isi bukunya sangat bagus dan puas bagi pembaca.
Tetapi, yang sangat disayangkan, bagi masyarakat yang lemah dalam ekonomi, buku yang bagus memiliki harga yang terlalu mahal, sehingga membeli buku menjadi tidak terlalu penting bagi mereka. Meskipun membeli buku tidak terlalu penting, membaca buku tetap penting bagi mereka, karena mereka ingin menjadi orang yang berpengetahuan dan kelak bisa memperbaiki keadaan. Kondisi yang tidak mendukung, tidak membuat mereka berputus asa, mereka tetap semangat dan tetap membaca, dengan cara membaca dan meminjam buku ke perpustakaan daerah.
Salma berharap, semoga suatu saat harga buku tidak terlalu mahal, agar masyarakat yang tidak mampu, bisa tetap membeli buku bacaan.
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin



Membaca dan Menulis bersama IKAPI

Bismillaahirrahmaanirrahiim
            Teman-teman, sudahkan tahu apa itu IKAPI? IKAPI adalah singkatan dari Ikatan Penerbit Indonesia. Sebenarnya, salma pun kenal IKAPI belum lama, baru satu bulan, tepatnya di bulan Agustus 2014, saya kenal dengan IKAPI melalui sebuah lomba yang diadakan oleh IKAPI yang bekerjasama dengan Syaamil Qur’an. Ketika itu, salma iseng mencari di Google, dengan mengetik kata kunci “lomba menulis”, lalu dalam hasil pencarian, terlihat beberapa lomba menulis dari berbagai lembaga, salah satunya dari IKAPI dan Syaamil Quran. Pada saat itu, salma tertarik dengan lomba yang diadakan, dan salma mencoba mengikuti lomba tersebut.
            Salma sebagai penulis pemula, dan masih belum sempurna, salma mencoba menulis apapun yang salma suka, seperti menulis cerpen fiksi, menulis puisi, dan yang tidak pernah lupa yaitu menulis diary. Salma sangat menyukai diary, setiap hari salma selalu menulis peristiwa apapun yang terjadi dalam hidup salma. Salma memiliki harapan, semoga suatu saat ada wadah untuk pelatihan menulis, yang mana wadah tersebut menampung siapapun yang ingin bisa menulis dengan baik. Dan Salma berharap wadah tersebut berada dalam naungan IKAPI. Salma akan sangat senang jika ada wadah untuk pelatihan menulis, sehingga para penulis pemula seperti salma, bisa meningkatkan kemampuannya.
            Dan jika suatu saat salma berkesempatan menjadi pengurus IKAPI, salma ingin mengembangkan minat membaca di masyarakat, dengan cara mengubah rumah salma menjadi perpustakaan kecil. Di sana, salma akan menyediakan buku-buku untuk anak-anak dan remaja, sehingga anak-anak dan para remaja senang membaca buku.
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin

Rabu, 27 Agustus 2014

Gadget sebagai kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier


Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Kehidupan sudah semakin canggih dan hampir semua hal dibantu dengan teknologi, salah satunya gadget-gadget keren yang semakin berkembang. Gadget yang beredaran di pasaran sangat banyak, ada handphone, tablet, laptop, computer, dan sebagainya. Jika pembeli akan membeli sebuah gadget, biasanya hal yang pertama dilihat adalah konten di dalamnya, jika kontennya sesuai dengan kebutuhannya, ia akan membeli gadget tersebut.
Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga setiap individu akan membeli gadget yang sesuai dengan kebutuhannya. Jika gadget yang dibeli belum ada konten yang dibutuhkan, biasanya pembeli akan mengunduhnya di playstore atau mobogenie, dan jika gadget yang dibeli sudah lengkap dengan konten yang diperlukan, pembeli akan merasa senang, karena ia tidak perlu meluangkan waktu untuk mengunduh.
Gadget dan konten menurut saya seperti cangkang dan isi, kalau hanya ada cangkangnya saja atau gadgetnya saja dan tidak ada kontennya, tentu kebutuhan kita tidak terpenuhi, dan jika hanya ada isinya saja atau kontennya saja, tentu kita tidak bisa menggunakan  kontennya, karena konten hanya dapat digunakan melalui gadget.
Jadi seberapa pentingkah gadget dalam kehidupan? Gadget dalam kehidupan bisa menjadi kebutuhan primer, sekunder, atau tersier, tergantung siapa yang menggunakannya dan untuk apa gadget tersebut digunakan.
Gadget sepertinya menjadi kebutuhan sekunder bagi para mahasiswa. Karena, hampir setiap tugas harus diketik menggunakan computer atau laptop. Tapi sayangnya harga gadget tersebut cukup mahal bagi sebagian orang. Tetapi mau tidak mau, para mahasiswa harus mengerjakan tugasnya, dan akhirnya para mahasiswa yang tidak punya uang lebih untuk membeli laptop, mereka akan pergi ke warnet atau meminjam laptop teman. Bagi ibu-ibu pun gadget bisa menjadi kebutuhan sekunder, contohya tablet yang digunakan seorang ibu untuk menghubungi suami dan anak-anaknya, dan bagi ibu-ibu yang suka mencoba resep baru, mereka akan menggunakan gadget untuk mengunduh e-book tentang resep masakan. Dan bagi para penghafal Al-Qur’an pun, gadget bisa menjadi kebutuhan sekunder, karena biasanya mereka akan mengunduh AL-Qur’an digital, untuk mendengarkan dan muroja’ah.
            Bagi pekerja yang selalu berhubungan dengan laptop atau computer, seperti teknisi computer, teller bank, akuntan, sekertaris, dan profesi lainnya, gadget bisa menjadi kebutuhan primer bagi mereka, karena jika mereka tidak memiliki gadget, mereka tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya.
Gadget bisa menjadi kebutuhan tersier, seperti untuk bersenang-senang, contohnya seorang anak yang tinggal bersama orang tua, ia tidak akan menggunakan handphonenya untuk menelepon orang tuanya, karena memang masih serumah, tapi mungkin ia akan menggunakan handphone nya untuk bermain games, ia akan mengunduh games, dan jika tidak diawasi oleh orang tua, ia bisa menjadi pecinta games. Contoh lain yaitu anak-anak atau remaja yang tidak terlalu membutuhkan laptop, karena misalnya di sekolah mereka tidak ada tugas yang harus diketik. Tetapi mereka tetap merengek pada orang tua ingin laptop atau android, dan lain-lain, akhirnya mereka akan menggunakan gadget mereka untuk berphoto-photo, mendengarkan lagu, bermain games, dan mungkin ada untuk sekedar bergaya. Dari dua contoh ini, saya menarik kesimpulan, gadget menjadi kebutuhan tersier bagi anak-anak dan remaja yang belum membutuhkan.
Semoga kita bisa mengunakan gadget untuk hal yang bermanfaat dan tidak lupa waktu. Aamiin yaa robbal 'aalamiin.
Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin